Senin, 29 Maret 2010

Hadirilah Pentas Wayang Kulit!

Hadirilah Pentas Wayang Kulit Semalam Suntuk GRATIS!
Dalam rangka Syukuran BKT (Banjir Kanal Timur) Tembus Laut.

Dengan Lakon: ROMO TAMBAK
Oleh: Ki Dalang PURBO ASMORO S.Kar, M.Kum dari SOLO
Hari danTanggal: Jum’at, 2 APRIL 2010
Bertempat di: Halaman RuSun MARUNDA, Belakang STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran)
Mulai Pukul: 19.30 WIB – Selesai
Dihadiri oleh: Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur DKI Jaya, Walikota JakUt, Ka. Balai Ciliwung – Cisadane, dll.
Jangan sampai dilewatkan! Hadirilah beramai-ramai dengan sanak keluarga. Kami tunggu Anda disana.

Radio Garuda Suriname Streaming

Ingin Dengar Radio/TV Wong Jowo di Suriname? Seperti
apa logat bicara saudara kita disana? Di situs ini anda juga bisa
mendengar lagu-lagu Jawa yang dibuat masyarakat Suriname. klik link ini: http://rtv-garuda.com/webplayer.html

Selasa, 02 Maret 2010

Serat Dewa Ruci


Atas perintah bekas gurunya Durna Werkudara berangkat untuk mencari air hidup. Begitu mendengarnya seluruh perhatian Werkudara tertuju paadanya. Tidak ada pertimbangan yang menahanya. Besar tekadnya untuk mendapatkanya. Bersatu tekad hingga berani mati. Tanpa menghiraukan bahaya yang mengancamnya
Ia membongkar hutan Tikrasara terus gunung Candramuka. Raksasa Rukmaka dan Rukmakala terbunuh menjadi sang indra dan sang Bayu kembali ke keindraan. Werkudara menyelam mengarungi samudra ,membunuh naga yang ganas yang bernama Nemburnyawa.
Dalam hal ini Werkudara menjadi perlambang , manusia bertapa(bersemedi), menghilangkan nafsu-nafsu rendah dan memurnikan batinya.ia “mati sajroning urip”dengan tujuan “urip sajroning mati”. Sikap Werkudara adalah sikap sempurna dalam falsafah jawa. Setelah kuku pancanaka merobek robek naga Nemburnyawa dan usahanya tiada hasil. Badan lelah dan membiarkan diri diombang ambing kan alun kesana kemari. Keadaan tampk sepi tenang tidak ada sesuatu lagi yang dikerjakan.akhirnya Werkudara yang gagah berani itu pasrah kepada kodrat yang menentukan.

Kamis, 11 Februari 2010

Sekilas Filosofi Wayang



Seni pewayangan yang merupakan seni pakeliran dengan tokoh utamanya Ki Dalang adalah suatu bentuk seni gabungan antara unsur seni tatah sungging (seni rupa) dengan menampilkan tokoh wayangnya yang diiringi dengan gending/irama gamelan, diwarnai dialog (antawacana), menyajikan lakon dan pitutur/petunjuk hidup manusia dalam falsafah.

Seni pewayangan dapat digelar dalam bentuk Wayang Kulit Purwa, dilatar-belakangi layar/kelir dengan pokok cerita yang sumbernya dari Mahabharata dan Ramayana, berasal dari India. Namun ada juga pagelaran wayang kulit purwa dengan lakon cerita yang di petik dari ajaran Budha, seperti cerita yang berkaitan dengan upacara ruwatan (pensucian diri manusia). Pagelaran wayang kulit purwa biasanya memakan waktu semalam suntuk.
Kritik, Saran, dan Keluhan
adhis_96@yahoo.co.id
Powered By Blogger