Senin, 28 Desember 2009

Siasat Perang Supit Urang (sepit udang) yang Tak Terkalahkan

SIASAT perang ini merupakan seekor udang yang menampakan kedua sepitnya. Siasat perangnya menggunakan gerak-gerik yang amat teliti, karena pemimpin selalu mengetahui serangan musuh yang akan dilawan dengan siap sedia. Dengan ketangkasan sepitnya, musuh akan mendapat bahaya. Cara perang dalam Baratayuda Drustadyumna sebagai ujung sepit kanan, Gatotkaca sebagai sepit kiri, Setyaki sebagai mulut, Prabu Darmaputra sebagai kepala, diiringi para Raja pembantu. Abimanyu (Angkawijaya) sebagai sungut, diiring dengan tetabuhan perang dan tempik sorak riuh rendah membangun semangat. Pada perang itu Abimanyu kena tipu hikmat perang Korawa yang menyerupai supit urang, tewaslah Abimanyu dengan mendapat penuh luka, yang dalam peribahasa Jawa disebut: tatu arang kranjang (luka parah sebagai jarang anyaman keranjang).
Dikutip dari: 1965, P.N. Balai Pustaka, Sedjarah Wajang Purwa, Pak Hardjowirogo, dengan sedikit perubaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik, Saran, dan Keluhan
adhis_96@yahoo.co.id
Powered By Blogger